KETUA MA RESMIKAN MASJID NURUL ADLI
Jakarta-Humas: Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H. meresmikan masjid Nurul Adli pada Rabu, 4 September 2024.
Masjid yang berlokasi di Pengadilan Tinggi Jakarta memiliki arti Cahaya Keadilan. Masjid ini merupakan hasil swadaya aparatur peradilan di wilayah Jakarta, PJ. Gubernur DKI Jakarta, BUMD DKI Jakarta, serta masyarakat umum.
Sebelumnya masjid ini berada dilantai 5 gedung Pengadilan Tinggi Jakarta. Namun karena wilayah tersebut termasuk wilayah steril, sehingga fungsi masjid terbatas, masyarakat yang berkunjung ke pengadilan tidak bisa menggunakannya.
Berkaitan dengan hal tersebut, pembangunan masjid Nurul Adli bertujuan untuk memberikan ruang ibadah yang lebih luas kepada warga Pengadilan Tinggi Jakarta, serta bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum sebagai tempat ibadah serta sarana penyebaran ajaran Islam di lingkungan kantor Pengadilan Tinggi Jakarta.
Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Nurul ‘Adli dilaksanakan pada 2 Februari 2024, dan dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta Bapak Dr. H. Herri Swantoro, S.H., M.H. dan dihadiri oleh Pj. Gubernur DKI Jakarta Bapak Heru Budi Hartono, S.E., M.M.
Pada saat peresmian, Ketua Mahkamah Agung menyatakan bahwa bangga dan bahagia bisab meresmikan masjid Nurul Adli. Baginya, adanya masjid ini, merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan, sekaligus komitmen warga Pengadilan Tinggi Jakarta dalam memelihara nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas, di tengah kesibukan kerja yang kita jalani sehari-hari.
“Masjid adalah tempat kita merehatkan diri. Di tengah kesibukan duniawi, masjid menyediakan suasana yang tenang dan damai, di mana kita dapat healing dan memulihkan batin,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua Mahkamah Agung menyatakan bahwa masjid menjadi tempat yang ideal untuk menenangkan pikiran dan menyegarkan jiwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, yang penuh dengan tuntutan pekerjaan, menyelesaikan dan menyidangkan perkara.
“Ibadah di masjid, dapat merehatkan fikiran dari segala kesibukan, kita charge ruhani, dan kembali fokus pada tujuan hidup yang lebih tinggi, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Ketua Mahkamah Agung.
Pada kesempatan yang sama, Ia mengajak aparatur peradilan di Pengadilan Tinggi Jakarta dan sekitarnya untuk memakmurkan masjid ini, serta menjadikannya sebagai tempat untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Tentunya, selain tempat ibadah, masjid ini akan menjadi wadah mempererat tali silaturahmi di antara sesama serta tempat melakukan kegiatan sosial lainnya.
Pada saat yang sama, Ketua Mahkamah Agung juga meresmikan ruang sidang Pengadilan Tinggi Jakarta yang diberi nama ruang Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H.
Hadir pada kegiatan ini yaitu Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, para Ketua Kamar Mahkamah Agung, para pejabat Eselon 1 dan 2 pada Mahkamah Agung, dan undangan lainnya. (azh/RS/photo:Sno,Adr)
SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG MELANTIK PEJABAT ADMINISTRATOR (PEJABAT ESELON III) PADA MAHKAMAH AGUNG
Jakarta-Humas: Sekretaris Mahkamah Agung Sugiyanto, S.H., M.H melantik 7 (tujuh) Pejabat Administrator (Pejabat Eselon III) pada Mahkamah Agung, pada hari Selasa, 3 September 2024, bertempat Tower lantai 2 gedung Mahkamah Agung.
Pelantikan Pejabat Administrator ini, berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3988 / SEK / SK. KP4.1.3 / IX / 2024 tanggal 2 September 2024.
Dalam sambutannya Sekretaris Mahkamah Agung mengatakan setelah mengucapkan sumpah, saya harap untuk segera bertugas dengan baik, serta mendukung dan royal kepada atasannya. Royal disini yaitu mendukung kebijakan-kebijakan yang sudah ada.
Berikut Pejabat Administrator yang dilantik
- Ahyar Siddiq, S.E.I., M.H.I, sebagai Kepala Sub Direktorat Mutasi Hakim Peradilan Agama pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama
- Amarilldo Rizkia, S.Psi, sebagai Kepala Bagian Umum pada Sekretariat Badan Pengawasan.
- Agus Sudarmanto, S.Kom, sebagai Kepala Bagian Umum Kepegawaian pada Biro Kepegawaian Badan Urusan Administrasi
- Nopinus Andereas Purba, S.E, sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan pada Sekretariat Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum
- Muhammad Ali Zaki, S.H., M.H, sebagai Kepala Bagian Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Biro Keuangan Badan Urusan Administrasi
- Eko Purwanto, S.T., M.H, sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana pada Sekretariat Badan Pengawasan
- Fajar Andriansyah, S.T, sebagai Kepala Bagian Administrasi Jabatan Fungsional pada Biro Kepegawaian Badan Urusan Administrasi.
Plt Badan Pengawasan Mahkamah Agung ini berharap amanah dan kepercayaan yang diberikan pimpinan MA dapat saudara laksanakan sebaik-baiknya dangan penuh tanggung jawab dan menjaga integritas serta menghindari dari perbuatan tercela.
Hadir dalam pelantikan tersebut, Panitera Mahkamah Agung, pejabat eselon II dan III dilingkungan Mahkamah Agung serta para undangan lainnya. (Humas)
LANTIK PEJABAT TINGGI PRATAMA, SEKRETARIS MA UNGKAP JABATAN ADALAH AMANAH
Jakarta-Humas: bahwa hakikat suatu jabatan sesungguhnya bukan semata-mata prestise ataupun kekuasaan, melainkan amanah dan tanggung jawab, semakin besar jabatan yang diemban, semakin besar tanggungjawab yang menanti.
Demikian disampaikan oleh Sekretaris Mahkamah Agung Sugiyanto, S.H., M.H dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat Tinggi Pratama (Pejabat Eselon II) dilingkungan Mahkamah Agung, pada hari Selasa, 3/9/2024, bertempat dilantai 2 gedung Tower Mahkamah Agung.
Lebih lanjut Sekretaris Mahkamah Agung mengatakan jabatan adalah amanah dan kepercayaan pimpinan MA yang diberikan kepada saudara-saudara, untuk itu ingatlah sumpah yang saudara ucapkan, bahwa saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab dan menjaga integritas serta menghindari dari perbuatan tercela.
Adapun Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Mahkamah Agung yang dilantik yaitu
- Drs. H. Arifin Samsurijal, S.H., M.H
Sebagai Kepala Biro Umum pada Badan Urusan Administrasi MA
2.Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H
Sebagai Kepala Biro Kepegawaian pada Badan Urusan Administrasi MA
3.Sodikin, S.E., S.H., M.H
Sebagai Sekretaris pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara.
Hadir dalam pelantikan tersebut, Panitera Mahkamah Agung, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Ketua Pengadilan Agama, sekretaris dan Panitera pada pengadilan Agama, para pejabat eselon II dan III dilingkungan Mahkamah Agung serta para undangan lainnya. (Humas)
Pengadilan Tinggi Gorontalo Ikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Eksekusi Bersama Dirjen Badilum
Selasa, 3 September 2024, bertempat di Ruang Commend Center Pengadilan Tinggi Gorontalo. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo YM. Bapak Erwin Djong, S.H., M.H, Panitera, dan Panitera Muda Perdata Pengadilan Tinggi Gorontalo menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Eksekusi bersama Dirjen Badilum Mahkamah Agung RI secara daring melalui Aplikasi Zoom.

Dalam pembinaan ini Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, H. Bambang Myanto, S.H., M.H., mneyatakan “Eksekusi merupakan mahkota bagi para hakim”, maka pelaksanaan eksekusi merupakan salah satu fokus utama Dirjen Badilum pada tahun ini.


KETUA MA TEKANKAN PENTINGNYA MEMILIKI BENTENG BAGI HAKIM PADA PELEPASAN HUMUNTAL
Bengkulu-Humas: Dalam dunia hukum, seorang hakim memiliki peran krusial sebagai pengadil yang menentukan arah keadilan. Menjalankan tugas sebagai hakim bukanlah perkara mudah. Seorang hakim membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan hukum yang mendalam, namun harus memiliki “benteng” yang tangguh di dalam dirinya untuk menghadapi berbagai tantangan dan godaan yang mungkin mengancam integritasnya.
Benteng ini terdiri dari tiga pilar utama, yaitu integritas yang teguh, profesionalisme yang unggul, dan kesetiaan pada nilai-nilai keadilan dan kebenaran. Integritas yang teguh berarti hakim harus mampu menjaga moral dan etika profesinya, bahkan ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan. Profesionalisme yang unggul mengharuskan hakim untuk bertindak dengan keahlian dan pengetahuan yang mendalam, serta menjaga standar tinggi dalam setiap keputusan yang diambil. Sementara itu, kesetiaan pada nilai-nilai keadilan dan kebenaran merupakan fondasi utama yang harus dipegang erat oleh setiap hakim untuk memastikan bahwa semua keputusan yang diambil mencerminkan prinsip keadilan yang sebenarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., dalam acara pelepasan Dr. Humuntal Pane, S.H., M.H. dari tugasnya sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Bengkulu, pada Senin, 2 September 2024 , di Gedung Gubernur Bengkulu.
Ia menambahkan bahwa seperti halnya Benteng Marlborough yang berdiri kokoh di kota Bengkulu, simbol kekuatan dan ketahanan, seorang hakim pun harus membangun benteng internalnya sendiri. Dengan bekal integritas, profesionalisme, dan komitmen pada keadilan, hakim dapat menghadapi berbagai godaan dan tekanan dengan sikap yang profesional dan objektif.
Ketua Mahkamah Agung menegaskan bahwa tanpa benteng yang kuat ini, risiko penyimpangan dan ketidakadilan bisa mengancam kredibilitas dan efektivitas sistem peradilan. Melalui keteguhan dan komitmen ini, hakim dapat memastikan bahwa keadilan tetap menjadi landasan utama dalam setiap proses hukum, memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa keputusan yang diambil selalu berdasarkan prinsip yang adil dan benar. Benteng yang tangguh di dalam diri hakim adalah kunci untuk menjaga integritas dan kualitas sistem peradilan, serta menjamin bahwa keadilan dapat ditegakkan dengan sebaik-baiknya.
Sebagai seorang hakim yang telah melanglang buana ke hampir 15 provinsi di Indonesia dalam menjalankan tugasnya sebagai pengadil, Humuntal dalam pandangan Ketua Mahkamah merupakan hakim yang telah memiliki benteng tersebut. Ia menguatkan bahwa dedikasi yang telah ditabur oleh hakim asal Gonting Salak, Tapanuli Utara tersebut telah mengantarnya mencapai puncak karir terbaik, hingga dipercaya memimpin pengadilan tingkat banding, sebagai jabatan tertinggi yang dapat diraih oleh seorang hakim pada tingkat Judex Facti.
Lebih dari itu, Humuntal dikenal sebagai hakim yang telah memiliki jiwa bakti yang tinggi. Hal tersebut karena Humuntal telah menjalani masa pengabdian yang sangat berat, fasilitas yang terbatas, sarana transportasi yang kurang memadai, bahkan terkadang harus berpisah dengan keluarga dan anak-anak tercinta, semua dijalani dengan penuh ketulusan dan dedikasi tinggi.
“Atas nama pribadi maupun lembaga Mahkamah Agung dan badan peradilan, Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang panjang dan andil signifikan Bapak bagi kemajuan lembaga di setiap tempat penugasan,” ucap Ketua Mahkamah Agung.
Ia berharap Humuntal tetap menjalin silaturrahmi dan kerja sama yang baik ini, bahkan dipertahankan dan ditingkatkan di masa yang akan datang.
Pada kesempatan tersebut, Hamuntal menyatakan bahwa dirinya bangga bisa menjadi hakim dan berharap ke depannya hukum di Indonesia bisa menjadi panglima, sehingga keadilan di Indonesia bisa tercapai.
“Saya sudah bertugas puluhan tahun sebagai hakim, dari pelosok hingga metropolitan. Meskipun fasilitas terbatas dan hambatannya banyak, saya memiliki semangat juang yang tinggi dalam menjalankan tugas sebagai hakim,“ Kata Hamuntal.
Acara pelepasan ini dihadiri oleh Gubernur Bengkulu, Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung, Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung, Anggota DPRD Bengkulu, Panitera Mahkamah Agung, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bengkulu, Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Bengkulu, jajaran Forkopimda Bengkulu, para Hakim Tinggi, dan undangan lainnya. (azh/RS/Photo:yrz)
Perjanjian Kerja Sama Antara Pengadilan Tinggi Gorontalo dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Gorontalo
Gorontalo, 2 September 2024. Bertempat di Ruang Sidang Pengadilan Tinggi Gorontalo dilaksanakan Perjanjian Kerja Sama (MOU) Antara Pengadilan Tinggi Gorontalo dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Gorontalo. Acara dihadiri oleh Hakim Tinggi, Hakim Ad Hoc, Pejabat Struktural & Fungsional, ASN, PPPK, dan PPNPN Pengadilan Tinggi Gorontalo, serta jajaran dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Gorontalo.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MOU) Antara Pengadilan Tinggi Gorontalo dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Gorontalo yaitu oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo, YM. Erwin Djong, S.H., M.H. dan Kepala SLBN Kota Gorontalo, Ibu Yulidar Adam, SPd.MPd.






MOU ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas yang kuat antara Pengadilan Tinggi Gorontalo dengan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Gorontalo dalam melayani seluruh masyarakat di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Gorontalo terutama bagi penyandang disabilitas di Gorontalo. Semoga kerjasama ini, dapat berlansung seterusnya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
KUNKER KE BENGKULU, KETUA MA IMBAU APARATUR PERADILAN TIDAK TERLIBAT JUDI ONLINE
Bengkulu-Humas: Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pengadilan Tinggi Bengkulu pada Minggu malam, 1 September 2024. Dalam kunjungan yang bertujuan untuk memberikan pembinaan secara langsung ini, Ketua MA didampingi oleh Ketua Kamar Pembinaan, Ketua Kamar Pidana, Panitera Mahkamah Agung, dan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum.
Dalam pembinaannya, Ketua MA menekankan pentingnya integritas sebagai pilar utama dalam menjalankan tugas dan fungsi peradilan. Ia menegaskan bahwa seorang hakim harus memiliki pengetahuan yang mendalam dalam menjalankan tugasnya. Tanpa pengetahuan yang memadai, keadilan yang sejati tidak mungkin dapat ditegakkan. Namun, ia juga menambahkan bahwa pengetahuan saja tidak cukup jika tidak disertai dengan integritas. “Ilmu tanpa integritas tidak akan menghasilkan keadilan yang sejati,” tegasnya.
Sejalan dengan pesan mengenai integritas, Ketua MA secara khusus menyoroti fenomena perjudian online yang kian marak. Ia mengingatkan seluruh hakim dan aparatur peradilan untuk tidak terlibat dalam aktivitas tersebut, meskipun hanya dalam skala kecil.
“Meskipun jumlahnya kecil, janganlah. Karena datanya tersimpan di internet. Dan jika ditelusuri akan mudah sekali mendapatkan data tersebut,” ujarnya. Pernyataan ini merujuk pada risiko besar yang bisa ditimbulkan oleh jejak digital yang tertinggal dari aktivitas perjudian online, yang dapat berdampak buruk pada reputasi dan integritas seorang aparatur peradilan.
Selain membahas mengenai integritas dan perjudian online, Ketua MA juga memberikan arahan terkait penggunaan teknologi informasi (IT) dalam lingkup peradilan. Ia mengapresiasi inisiatif berbagai satuan kerja dalam menciptakan inovasi berbasis IT untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mahkamah Agung telah melakukan banyak hal dengan bantuan IT. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi para pimpinan satuan kerja yang berlomba-lomba menciptakan inovasi dalam bidang IT untuk mendukung pelayanan prima bagi para pencari keadilan,” ungkapnya.
Namun, Ketua MA juga mengingatkan agar para aparatur peradilan tidak takut menghadapi tantangan dan hambatan dalam penerapan IT. “Kalau ada yang salah, ada rintangan, ada hambatan, tidak apa-apa. Lanjutkan, tingkatkan, perbaiki, selama niat kita untuk memberikan yang terbaik pada masyarakat, semua kekurangan pasti akan ada jalan keluarnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MA juga memberikan pesan penting terkait dengan netralitas aparatur peradilan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar di seluruh provinsi. Ia menegaskan bahwa aparatur peradilan harus bersikap netral dan tidak memihak salah satu pasangan calon. Salah satu bentuk konkret dari sikap netralitas ini, menurutnya, adalah dengan tidak memposting apapun yang berkaitan dengan para calon kepala daerah di media sosial. “Jejak digital tidak akan bisa hilang,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa tindakan kecil di dunia maya bisa berdampak besar pada persepsi publik.
Kunjungan kerja ini dihadiri oleh aparatur peradilan dari Peradilan Umum, Peradilan Agama, dan Peradilan Tata Usaha Negara di Bengkulu, mereka di antaranya hakim tinggi, hakim tinggi agama, para hakim, panitera, serta sekretaris dari seluruh wilayah Bengkulu. Melalui pembinaan ini, diharapkan kualitas pelayanan peradilan di Bengkulu semakin meningkat, serta integritas dan komitmen para aparatur peradilan dalam menegakkan hukum dengan adil tetap terjaga.
Dengan pesan-pesan penting yang disampaikan oleh Ketua MA, para aparatur peradilan di wilayah Bengkulu diharapkan dapat terus berpegang teguh pada nilai-nilai integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya, demi keadilan yang lebih baik dan terpercaya di mata masyarakat. (azh/RS/photo:yrz)
Sabtu, 31 Agustus 2024. Bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Gorontalo. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo YM. Bapak Erwin Djong, S.H.,M.H bersama Hakim Tinggi, Hakim Ad Hoc, Panitera dan ASN yang hadir mengikuti acara nonton bersama wayang kulit dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Mahkamah Agung RI Tahun 2024.




Pagelaran Wayang Kulit yang disiarkan langsung oleh Mahkamah Agung RI melalui zoom dan youtube ini dengan lakon Wahyu Cakraningrat dibawakan oleh 3 dalang dalam satu layar, yaitu : Dalang Ki Sri Kuncoro (Brimob), Dalang Ki Dr. H. Yanto, S.K.,S.H.,M.H dan Dalang Ki Bagong Darmono.

Sambutan Ketua Mahkamah Agung YM. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H.,M.H, dalam sambutannya beliau menyampaikan acara pagelaran wayang kulit ini merupakan rangkaian kegiatan dari peringatan hari ulang tahun Mahkamah Agung RI yang ke-79 yang mengusung tema Peradilan Tangguh Indonesia Maju dan merupakan tradisi dari Mahkamah Agung. Wayang merupakan budaya bangsa kita yang perlu kita lestarikan, pagelaran wayang kulit ini selain menjadi tontonan kita bersama juga merupakan tuntunan yang didalamnya terdapat filosofi-filosofi tersendiri.


JALAN SEHAT DALAM RANGKA HUT MA KE-79 JALAN SEHAT DALAM RANGKA HUT MA KE-79
Jakarta – Humas : Masih dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung ke-79 Tahun, Mahkamah Agung mengadakan kegiatan Jalan Sehat. Pelepasan peserta Jalan Sehat oleh Ketua Mahkamah Agung, Prof. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H di halaman Gedung Mahkamah Agung, berlangsung pada Sabtu pagi 31 Agustus 2024.
Kegiatan yang di awali dengan Senam Bersama ini di mulai pukul 06.15 wib, dilanjutkan Jalan Sehat bersama dengan pimpinan Mahkamah Agung, Hakim Agung, Hakim Adhoc, pejabat Eselon I, II, III, IV dan Karyawan dilingkungan Mahkamah Agung serta Ketua, Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris 4 lingkungan peradilan sewilayah Jakarta, dengan rute Jalan Medan Merdeka Barat, Merdeka Selatan, Medan Merdeka Timur dan berakhir di gedung Mahkamah Agung jalan Medan Merdeka Utara.
Acara dilanjutkan dengan hiburan berupa penampilan Angklung oleh ibu-ibu Dharmayukti Karini Mahkamah Agung, Line Dance, Pembagian Doorpize serta hiburan lainnya.
Perayaan Hari Ulang Tahun Mahkamah Agung ke-79 ini mengambil tema “Peradilan Tangguh Indonesia Maju”. Tema ini memiliki filosofi bahwa peradilan yang tangguh memegang peranan penting bagi tumbuh kembangnya sebuah negara, karena fungsi Kekuasaan Kehakiman yang dijalankan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya merupakan salah satu pilar kekuasaan yang menopang berdirinya sebuah negara.
Rangkain perayaan HUT MA ini akan dilanjutkan pada malam harinya dilaksanakan acara Pagelaran Wayang Kulit 1 layar 3 dalang dengan lakon “WAHYU CAKRANINGRAT”. (enk/pn/photo:sno,alf,adr).
KETUA MA: MENJADI SEORANG HAKIM BERARTI MEWAKAFKAN HIDUP UNTUK KEADILAN
Pekanbaru – Humas: Begitu seseorang menerima jabatan hakim, berarti ia telah mempersiapkan diri, sebagai abdi pelayan keadilan, menghamba kepada kebenaran, bahkan dalam situasi-situasi yang paling sulit. Seorang hakim harus tabah, sekaligus memiliki keberanian yang besar, untuk senantiasa tegak lurus menjaga integritas dan amanah, yang tidak hanya akan dipertanggungjawabkan di dunia, tapi juga di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Demikian disampaikan Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H dalam pidato Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru Dr. Drs. H. Syahril, S.H., M.H. pada hari Jumat, 30 Agustus 2024 bertempat di Balai Serindit Aula Gubernuran Provinsi Riau.
“Saya yakin dan percaya, selama memangku jabatan, baik sebagai hakim, maupun sebagai pimpinan Pengadilan Tingkat Banding, begitu banyak ujian dan tantangan, yang telah dilalui oleh Bapak Dr. Drs. H. Syahril, S.H., M.H., sebab jabatan seorang hakim, memang sarat akan cobaan. Jalan yang ditempuh seorang hakim tidaklah mudah, harus berpindah dari satu kota ke kota lain, dari satu pulau ke pulau lain, kadang harus berpisah dengan anak istri dan keluarga, demi mengabdi pada masyarakat dan negara. Belum lagi ujian yang datang silih berganti, baik itu berupa tekanan, psikis dan psikologis, maupun godaan materi dan sebagainya”, tutur Prof.Syarifuddin.
Lebih lanjut Ketua MA mengatakan selaku anak jati Melayu, saya yakin bahwa Bapak Dr. Drs. H. Syahril, S.H., M.H., memahami betul, bagaimana Tunjuk Ajar Melayu menanamkan nilai-nilai amanah, baik dalam menjalankan tugas dan kewajiban, maupun dalam kehidupan sehari-hari.Dalam perspektif budaya Melayu, nilai-nilai keadilan merupakan fondasi utama, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tegak dan runtuhnya suatu bangsa, bergantung pada tegak atau tidaknya keadilan. Dalam petuah Tunjuk Ajar Melayu, disebutkan:
Bila keadilan sudah mati
Di sanalah tempat binasa negeri
Bila keadilan sudah tercampak
Rakyat sengsara, negeri pun rusak
Bila keadilan sudah tenggelam
Dunia yang terang menjadi kelam
Inilah yang menjadi tugas berat seorang hakim. 24 jam kehidupannya bergelut dengan aktivitas yudisial, membaca dan mempelajari berkas perkara, bersidang, bermusyawarah dan menimbang, tak cukup dikantor, bahkan di bawa ke rumah, bahkan sebelum tidur dan bangun tidur pun memikirkan perkara, bertarung nalar dengan nurani, mempertimbangkan baik dan buruk, manfaat dan konsekuensi putusannya bagi nasib orang lain. Tak jarang seorang hakim harus mengorbankan waktu bersama keluarga, istirahat malamnya kerap terganggu, tidur larut malam atau bangun dini hari, hanya untuk kembali berkutat dengan berkas perkara.
Diakhir sambutannya, mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Yudisial berpesan banyak-banyaklah bersyukur kepada Allah Swt, karena berkat inayah-Nya, Bapak sampai pada gerbang akhir pengabdian dengan selamat sentosa, sehat wal afiat, bahkan purnabakti dalam kedudukan, sebagai ketua pengadilan tingkat banding, jabatan tertinggi yang dapat diraih seorang hakim pada tingkat judex facti.
Turut hadir dalam acara purnabakti tersebut, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, para Ketua Kamar Mahkamah Agung, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Riau, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, para Ketua Pengadilan Agama se-wilayah Provinsi Riau, Ketua Umum Dharmayukti Karini, Ketua Dharmayukti Karini Mahkamah Agung beserta Pengurus Dharmayukti Karini Daerah dan Cabang.(rvs/enk/pn/photo:yrz))























