Jakarta, 15 Desember 2025 — Pengadilan Tinggi Gorontalo berpartisipasi aktif dalam Musyawarah Nasional ke-21 Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo Dr. Yapi, S.H., M.H. yang diselenggarakan pada 14–16 Desember 2025 di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta. Munas ini mengusung tema besar “Hakim Bermartabat, Peradilan Hebat”, yang mencerminkan komitmen seluruh korps hakim Indonesia untuk memperkuat integritas dan profesionalisme lembaga peradilan.

Acara dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Sunarto, S.H., M.H., Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial, Ketua Kamar MA, pejabat eselon I di lingkungan MA, Ketua Umum dan pengurus Pengurus Pusat IKAHI, serta utusan pengurus daerah IKAHI dari seluruh Indonesia, termasuk rombongan hakim dari Pengadilan Tinggi Gorontalo.


Pada kesempatan tersebut, Ketua MA menekankan pentingnya IKAHI sebagai rumah besar organisasi profesi hakim untuk menyatukan gagasan, memperkuat solidaritas, sekaligus mendorong peradilan yang bersih dan berwibawa. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah dan etika organisasi demi kemajuan korps hakim di Indonesia.
Salah satu agenda utama dalam Munas adalah pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat IKAHI untuk periode 2025–2028. Melalui mekanisme e-voting, peserta Munas menetapkan Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H. sebagai Ketua Umum PP IKAHI terpilih. Ketua Umum yang baru menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh peserta dan menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanat organisasi serta melaksanakan program kerja yang telah dirumuskan dalam Munas tersebut.
Prof. Yanto juga menyampaikan perhatian terhadap sejumlah isu strategis yang menjadi fokus ke depan, termasuk dukungan terhadap RUU Jabatan Hakim dan revisi Undang-Undang Mahkamah Agung serta Undang-Undang Peradilan Umum, sebagai bagian dari upaya memperkuat peradilan di Indonesia.
Selain pemilihan ketua umum, Munas XX-I IKAHI juga membahas laporan pertanggungjawaban pengurus pusat periode sebelumnya, pembahasan AD/ART organisasi, serta penyusunan arah program kerja untuk masa bakti 2025–2028.
Kehadiran delegasi Pengadilan Tinggi Gorontalo dalam musyawarah nasional ini merupakan bentuk partisipasi aktif pengadilan daerah dalam forum strategis organisasi hakim, sekaligus sebagai sarana memperkuat jejaring dan sinergi di antara hakim dari seluruh lingkungan peradilan.















