Gorontalo, 06 Februari 2026 – Pengadilan Tinggi Gorontalo sukses menyelenggarakan Ujian Tertulis bagi calon Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Tahun 2026 pada Kamis, 5 Februari 2026. Ujian yang dimulai pukul 08.00 WITA di Ruang Sidang utama ini berjalan dengan penuh disiplin dan semangat profesionalisme.
Menjadi momen penting, kegiatan tersebut diawasi langsung oleh YM Hakim Agung Republik Indonesia, Dr. Lucas Prakoso, S.H., M.Hum, menunjukkan perhatian tinggi Mahkamah Agung terhadap proses seleksi sejak tahap awal. Turut hadir untuk mendampingi pengawasan, YM Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo, Dr. Yapi, S.H., M.H., dan YM Wakil Ketua, Bapak Annas Mustaqim, S.H., M.Hum.
Sebanyak tujuh peserta yang telah lulus seleksi administrasi mengikuti ujian tertulis ini. Mereka diuji kompetensinya dalam bidang hukum materiil maupun hukum acara yang berkaitan dengan perselisihan hubungan industrial, sebagai bagian dari langkah untuk menjaring calon hakim yang kompeten dan berintegritas.
Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo menyampaikan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat peradilan hubungan industrial di Indonesia. “Ujian ini bukan sekadar formalitas. Ini merupakan tolok ukur kemampuan peserta dalam menangani perkara yang kompleks dengan cermat, adil, dan profesional,” tegas beliau.
Sebelum pengantar ujian dimulai, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo memberikan penjelasan tata tertib serta mekanisme pelaksanaan ujian. Pembukaan naskah soal dilakukan secara terbuka dan transparan di depan para peserta, yang kemudian diserahkan untuk dikerjakan.
Peserta mengerjakan soal dalam dua sesi yang mencakup pertanyaan teori dan kasus praktis. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa kuat masing-masing calon hakim dalam memahami subtansi hukum serta kemampuan analisisnya ketika dihadapkan pada persoalan nyata di persidangan.
Usai ujian, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh panitia sebagai bukti tertulis bahwa proses seleksi telah berjalan sesuai prosedur dan norma yang berlaku. Seluruh tahap dilaksanakan di bawah pengawasan langsung YM Hakim Agung Dr. Lucas Prakoso yang juga memberikan arahan penting terkait etika dan tanggung jawab seorang hakim.
“Mengemban amanah sebagai hakim bukan hanya soal kemampuan akademis, tetapi juga soal integritas dan komitmen terhadap prinsip keadilan,” ujar Hakim Agung dalam arahannya kepada peserta.
Pelaksanaan ujian tertulis ini mencerminkan semangat pembaruan dan penguatan kualitas lembaga peradilan, khususnya di lingkungan Pengadilan Hubungan Industrial. Dari Gorontalo, harapan besar terus dicanangkan untuk melahirkan hakim-hakim yang tidak hanya ahli dalam hukum, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai penegak keadilan.














